Total Tayangan Halaman

Senin, 02 September 2024

Riwayat hidup Iqyan ramadhani

 Iqyan Ramadhani pria tampan berdarah Jawa. Ia terlahir di kota 

budaya, Kota Solo. lahir pada tanggal 30 Oktober 2003. Terlahir 

dengan kulit kuning Iangsat dan rambut yang lurus. Ia anak terakhir 

dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya bernama Syarif Hidayatullah 

dan kakak keduanya bernama Irfan Choirudin. Ayahnya berdarah Jawa 

tepatnya berasal dari Sragen, dan Ibunya wanita cantik berkulit putih 

berasal dari kota susu, Boyolali. Iqyan Ramadhani memiliki nama 

panggilan Ian, nama panggilan itu ia dapatkan sejak ia kecil dari keluarga dan teman teman 

disekitarnya. Iqyan kecil tumbuh di Sendang Mulyo, nama sebuah daerah yang berada di 

Kelurahan Banjarsari,Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

Ketika ia berumur 5 tahun ia memasuki taman kanak-kanak di TK AL-ISLAM. Iqyan kecil 

memiliki karakter yang pemalu, namun hal itu tidak menutup kemungkinan ia memiliki 

teman. Di sana Iqyan kecil menemukan hal hal baru dan teman-teman yang baik. Lalu 

Iqyan Ramadhani melanjutkan balajar di SDN Joglo 76, yang tidak jauh dari rumahnya. 

Saat SD iqyan sangat sering bermain di sawah, hal ini karena sekolahnya sangat MEWAH 

alias mepet sawah. Pada tahun 2016 saat kelas VI Iqyan melakukan ujian nasional untuk 

yang pertama kalinya, dengan penuh harapan mendapatkan nilai yang bagus dan dapat 

memasuki SMP favorit di Kota Surakarta. Namun, Iqyan hanya mendapatkan nilai 26,6 

dari skala 30. Ia lalu mencoba memasuki SMPN 4 Surakarta tapi sayang nilainya belum 

cukup untuk memasuki sekolah tersebut, hingga akhirnya ia diterima di SMPN 7 Surakarta.

Di sana iqyan mulai menemukan hobinya, yaitu olahraga. Ia mengikuti ekstrakurikuler 

sepak bola dan futsal. Di luar sekolah ia bergabung kedalam komunitas olahraga lari 

Soloruners. Saat berumur 14 tahun atau saat kelas 8 SMP ia mengikuti sebuah lomba lari 

trail-run sejauh 15 KM walaupun tidak mendapatkan podium ia sangat menikmati euphoria 

dalam lomba tersebut dan ia juga menjadi peserta termuda dalam acara tersebut yang dapat 

menyelesaikan lomba lari hingga garis finish. Pada tahun 2019 ia melakukan ujian nasional 

untuk yang kedua kalinya. Ia mempersiapkan segala hal untuk ujian itu. Namun saying 

hasilnya sangat tidak memuaskan. Setelah pengumuman kelulusan ia sangat ingin masuk 

ke SMA 6 Surakarta, namun sayang sistem zonasi yang masih cacat membuat saya tidak 

diterima disana, hingga akhirnya saya berlabuh di SMAN 8 Surakarta, dengan jurusan 

MIPA. Di SMA ini saya menemukan cita cita saya yang sesungguhnya yaitu menjadi 

seorang engineer. Masa-masa SMAnya dihabiskan di rumah dengan mata yang setiap hari 

menatap layar handphone dan laptop. Ya, pandemi COVID-19 menimpa seluruh penghuni 

bumi membuat kita tidak bisa keluar rumah dan saat itu Pemerintah Indonesia membuat 

kebijakan pembelajaran daring untuk sekolah sekolah yang berada di zona merah, dan saat 

itu kota solo termasuk kedalam zona merah.

Iqyan Ramadahani lulus SMA pada tahun 2022. Setelah lulus dari SMA ia melanjutkan 

kuliah, sebenarnya ia ingin sekali kuliah di luar kota, namun kedua orang tuanya tidak 

memberi izin dan akhirnya ia mencoba mendaftar di Universitas Sebelas Maret lewat jalur 

SBMPTN dan mandiri. Namun ia gagal pada tahun itu. Dan iqyan memutuskan untuk 

mendaftar lagi ditahun berikutnya yaitu tahun 2023 dan akhirnya ia diterima di Universitas 

Sebelas Maret di prodi D3 Teknik Sipil. Kini ia sedang berusaha menyelesaikan kuliahnya 

di Universitas Sebelas Maret, yang sudah memasuki semester kedua.