Iqyan Ramadhani pria tampan berdarah Jawa. Ia terlahir di kota
budaya, Kota Solo. lahir pada tanggal 30 Oktober 2003. Terlahir
dengan kulit kuning Iangsat dan rambut yang lurus. Ia anak terakhir
dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya bernama Syarif Hidayatullah
dan kakak keduanya bernama Irfan Choirudin. Ayahnya berdarah Jawa
tepatnya berasal dari Sragen, dan Ibunya wanita cantik berkulit putih
berasal dari kota susu, Boyolali. Iqyan Ramadhani memiliki nama
panggilan Ian, nama panggilan itu ia dapatkan sejak ia kecil dari keluarga dan teman teman
disekitarnya. Iqyan kecil tumbuh di Sendang Mulyo, nama sebuah daerah yang berada di
Kelurahan Banjarsari,Kecamatan Banjarsari, Surakarta.
Ketika ia berumur 5 tahun ia memasuki taman kanak-kanak di TK AL-ISLAM. Iqyan kecil
memiliki karakter yang pemalu, namun hal itu tidak menutup kemungkinan ia memiliki
teman. Di sana Iqyan kecil menemukan hal hal baru dan teman-teman yang baik. Lalu
Iqyan Ramadhani melanjutkan balajar di SDN Joglo 76, yang tidak jauh dari rumahnya.
Saat SD iqyan sangat sering bermain di sawah, hal ini karena sekolahnya sangat MEWAH
alias mepet sawah. Pada tahun 2016 saat kelas VI Iqyan melakukan ujian nasional untuk
yang pertama kalinya, dengan penuh harapan mendapatkan nilai yang bagus dan dapat
memasuki SMP favorit di Kota Surakarta. Namun, Iqyan hanya mendapatkan nilai 26,6
dari skala 30. Ia lalu mencoba memasuki SMPN 4 Surakarta tapi sayang nilainya belum
cukup untuk memasuki sekolah tersebut, hingga akhirnya ia diterima di SMPN 7 Surakarta.
Di sana iqyan mulai menemukan hobinya, yaitu olahraga. Ia mengikuti ekstrakurikuler
sepak bola dan futsal. Di luar sekolah ia bergabung kedalam komunitas olahraga lari
Soloruners. Saat berumur 14 tahun atau saat kelas 8 SMP ia mengikuti sebuah lomba lari
trail-run sejauh 15 KM walaupun tidak mendapatkan podium ia sangat menikmati euphoria
dalam lomba tersebut dan ia juga menjadi peserta termuda dalam acara tersebut yang dapat
menyelesaikan lomba lari hingga garis finish. Pada tahun 2019 ia melakukan ujian nasional
untuk yang kedua kalinya. Ia mempersiapkan segala hal untuk ujian itu. Namun saying
hasilnya sangat tidak memuaskan. Setelah pengumuman kelulusan ia sangat ingin masuk
ke SMA 6 Surakarta, namun sayang sistem zonasi yang masih cacat membuat saya tidak
diterima disana, hingga akhirnya saya berlabuh di SMAN 8 Surakarta, dengan jurusan
MIPA. Di SMA ini saya menemukan cita cita saya yang sesungguhnya yaitu menjadi
seorang engineer. Masa-masa SMAnya dihabiskan di rumah dengan mata yang setiap hari
menatap layar handphone dan laptop. Ya, pandemi COVID-19 menimpa seluruh penghuni
bumi membuat kita tidak bisa keluar rumah dan saat itu Pemerintah Indonesia membuat
kebijakan pembelajaran daring untuk sekolah sekolah yang berada di zona merah, dan saat
itu kota solo termasuk kedalam zona merah.
Iqyan Ramadahani lulus SMA pada tahun 2022. Setelah lulus dari SMA ia melanjutkan
kuliah, sebenarnya ia ingin sekali kuliah di luar kota, namun kedua orang tuanya tidak
memberi izin dan akhirnya ia mencoba mendaftar di Universitas Sebelas Maret lewat jalur
SBMPTN dan mandiri. Namun ia gagal pada tahun itu. Dan iqyan memutuskan untuk
mendaftar lagi ditahun berikutnya yaitu tahun 2023 dan akhirnya ia diterima di Universitas
Sebelas Maret di prodi D3 Teknik Sipil. Kini ia sedang berusaha menyelesaikan kuliahnya
di Universitas Sebelas Maret, yang sudah memasuki semester kedua.